Kekuatan Supranatural Pengampunan

 Bacaan : Yesaya 59:2, Matius 18:22, 33, Matius 6:14, Ef 4:32


Tidak mengampuni adalah sifat natural manusia, tetapi mengampuni adalah tindakan supranatural, butuh kekuatan dari Tuhan, terutama apabila persoalan yang terjadi bukan hanya karena seseorang lupa mengembalikan sesuatu yg tidak begitu berarti, atau karena seseorang lupa mentraktir kita makan., (semoga ad yg diingatkan tentang janji makannya dg saya 😌)., tetapi sebuah peristiwa yang cukup menyakitkan hati, merobek jiwa. 

Saya pernah membaca sebuah kisah tentang seorang wanita yang mengampuni seorang psikopat yang membunuh dg cara menyiksa anak lelaki satu2nya dan suami wanita itu, saya sudah tidak ingat detail peristiwanya, tetapi yg saya ingat, ketika di pengadilan, hakim menyatakan hukuman kepada pembunuh tersebut dan bertanya kepada wanita itu apakah hukuman tersebut cukup dan apakah ad yg ingin dia tambahkan, perempuan itu menyetujui hukuman tersebut karena memang hukum harus ditegakan dan berkata bahwa ia sesungguhnya telah mengampuni pembunuh itu, dan kemudian ia memeluk pria tersebut, bahkan ia meminta agar pria tersebut disahkan menjadi anaknya agar ia dapat melimpahkan seluruh kasih sayang yang seharusnya ia berikan kepada anaknya yg telah mati terbunuh itu kepada pria tersebut. Benar-benar pengampunan yang bukan berasal dari wanita yang biasa-biasa saja, tetapi sungguh Kasih Allah yg telah diterimanya-lah yang meluap dari wanita tersebut, dan bahwa ia menyadari ia telah ditebus oleh Kristus atas segala dosanya, ia pun mengampuni sebagaimana ia telah diampuni.

Mengampuni adalah sebuah keputusan. Keputusan yang kita pilih untuk kita lakukan. Mengampuni tidak bisa terjadi begitu saja, itu adalah sebuah tindakan, kita tidak bisa melupakan suatu peristiwa atau luka hati, dan diatas permukaan semua terlihat baik2 saja, tetapi akan ada banyak goresan luka dlm hati kita jika kita hanya melupakan. Kita harus mengampuni, mengampuni dengan melepaskan pengampunan, membebaskan. Ketika kita mengampuni, kita tidak hanya membebaskan orang yang bersalah pada kita, tetapi kita bahkan membebaskan diri kita sendiri. Apabila kita tidak mengampuni, hal itu akan menyiksa kita, kita tidak akan pernah bebas dari rasa sakit hati, kita akan sangat tersiksa dan menderita, bahkan kita akan mengalami sakit pada pikiran, emosi dan bahkan tubuh kita, bahkan bisa sampai bermimpi buruk. Selain itu, ketika kita menyimpan amarah, benci, sakit hati, kita akan mengalami kesulitan untuk bersekutu dengan Tuhan, penghalang terbesar keintiman kita dengan Tuhan adalah ketidakpengampunan kita.

Berdoalah secara khusus, sembah Dia, angkat pujian bagiNya, dan mintalah agar Tuhan mengingatkan kita apakah ada luka yang tersembunyi dalam hati kita, dalam alam bawah sadar kita, atau dalam memory masa kecil kita, atau bahkan apakah saat ini kita sedang menyimpan rasa sakit hati atas tindakan seseorang atas hidup kita, minta pengampunan atas semua itu, dan lepaskan pengampunan bagi setiap orang yang telah membuat kita terluka, kasih dari Bapa yang supernatural itu akan menyembuhkan luka hati kita dan membebaskan kita sehingga kita bisa dengan bebas, dg tangan terlepas mengagungkan Ia dan menyembah Ia.

Praise the Lord o my soul, for He is Good all the time.

17/08/2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Does Your Husband Obtain God's Favor?

Cling on Him, and Only Him

I'm Gonna Finishing Well Too