Joseph Runs
Bacaan : Kejadian 39:12, Yakobus 1:8, Amsal 4:23, 1Korintus 10:13, Yakobus 1:12, 2 Timotius 2:22, Mazmur 119:9
Baru-baru ini, seorang teman mengatakan sesuatu kepada saya :”Hidup adalah pilihan”
Tetapi teman..,”terkadang hidup tidak memberi kita pilihan.”
Firman Tuhan bercerita tentang Yusuf, seorang yang disertai Tuhan. Berkat penyertaan itu tidak hanya dirasakan oleh Yusuf, tetapi juga melimpah kepada tuannya, Potifar. Namun, kisah Yusuf tidak hanya tentang keberhasilannya; ada saat dmana Yusuf harus membuat keputusan yang sulit. Ketika istri Potifar tergoda oleh ketampanan Yusuf dan mencoba merayunya, Yusuf melakukan sesuatu yang tegas: dia LARI KELUAR.
Di zaman skrg, sebuah hubungan yang tidak sehat kerap menjadi “drama” yang terlihat lumrah. Berbagai alasan dan pembenaran bisa dengan mudah muncul. -“Keluarga saya sudah dingin” atau “Pasangan saya tidak memahami saya,” hingga perasaan yang personal, seperti “saya merasa nyaman dengannya”, “dia begitu mengerti saya” bahkan beberapa mengatakan “ini sudah menjadi tren” atau sekedar “saya tidak sengaja melakukannya, tpi skrg sudah terlanjur sayank”
Namun, pembenaran apapun tidak akan mengubah satu hal: hubungan tersebut adalah tindakan yang melukai banyak pihak, termasuk diri kita sendiri. Perasaan bukanlah kebenaran. Sepenting apapun perasaan kita, sedalam apapun itu, perasaan bukanlah fakta. Manusia memang makhluk yang merasa, tetapi kita juga diberi akal untuk berpikir dan membuat keputusan.
Rasa nyaman, kesamaan, dan komunikasi yang lancar bisa membuat perasaan suka tumbuh. Namun ketika orang tersebut sudah memiliki pasangan, pilihan yang tersisa bagi kita hanyalah satu— seperti Yusuf, lari keluar.
Mungkin sudah lama kita tidak merasakan kasih yang begitu dalam, atau perasaan dimengerti oleh seseorang yang membuat hati kita berdebar-debar. Namun, jika kita tahu bahwa hubungan ini pada awalnya sudah tidak benar, kita harus berani untuk berkata tidak. Kita harus berlari, tanpa melihat ke belakang meskipun berat. Mgkn jika kita membawa kendaraan, kita harus terus fokus pada tujuan kita walaupun setiap kali bertemu kesempatan untuk U-Turn, kita begitu tergoda untuk memutar balik (sehingga harus menahan diri luar biasa untuk tidak melakukannya.)
Kita perlu menyadari bahwa ini hanya perasaan, dan perasaan bisa berubah jika kita tidak memberinya ruang dan asupan. Ada hal-hal dalam hidup yang tidak bisa kita undo setelah kita melakukannya. Satu kesalahan adalah kesalahan, tetapi mengulanginya lagi berarti kita telah memutuskan untuk melakukan itu.
Hargai batasan dengan benar, maka kita sedang menjaga kedamaian batin kita dan menghormati komitmen yang ada. Meskipun jalan yang ditempuh terasa berat, keputusan untuk berlari keluar dari godaan akan membebaskan kita dari beban penyesalan. Ketika kita menempatkan kehendak Tuhan di atas segalanya, ada ketenangan dan kepastian bahwa kita berjalan di jalur yang benar, meskipun terkadang jalur itu terjal.
Setelah memilih utk pergi, Mgkn perasaan kita akan terasa kosong, atau kehilangan, tetapi seiring waktu, kita akan melihat fakta bahwa perasaan yang ada tidak lah nyata, akan berubah, dan bahwa keputusan ini akan dapat menunjukan integritas dan kedewasaan emosional yang tinggi.
Jagalah hati kita dengan penuh kewaspadaan, dan percayalah bahwa setiap pencobaan yang ada tidaklah lebih besar dari kemampuan kita menghadapinya. But you have to Run! 😊
26092024
Komentar
Posting Komentar