Hmmmppp.., Iya.., Aku Tahu...!!!

Bacaan : Ibrani 12:11, Matius 7:3, Efesus 4:29, Amsal 27:17


Manusia mempunyai kecenderungan membela diri, dan merasa diri paling benar., nah ketemu sifat yang kayak gini, yang paling menyebalkan adalah ketika kita ditegur/dinasehati orang😀😋., alih-alih nyadar, kebanyakan kita malah memasang perisai yang maha besar buat menolak teguran atau nasehat itu. Udah dipersiapkan lagi tabung yang penuh dengan panah berisi alasan dan pembelaan diri. (Kayak ngajak perang aja nich..)


Seandainya teguran kita dapatkan dari orang yang kita segani dan kita hormati, kemungkinan sangat besar kita akan menerimanya dengan hati besar, dan belajar sesuatu serta berubah, tetapi bila teguran itu datang dari orang yang kita nilai gak lebih baik dari kita, nah.., ini nich., peperangan dalam hati udah mulai bergejolak. 


Siapapun orang yang menegur/menasehati kita, kita harus selalu punya hati yang lembut dan mau dibentuk, tidak gampang untuk kita melihat kesalahan diri sendiri, orang lainlah yang lebih gampang melihat kesalahan kita, begitu juga sebaliknya, pernah baca Firman Tuhan ini bukan? 


“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?”

Matius 7:3 TB


Paling jagonya yach begitu, menghakimi orang, menilai kesalahan orang, sampai-sampai gajah di depan mata tidak kelihatan, tetapi semut di seberang lautan terlihat oleh kita.., wkwkwk..


Baik kita yang menasehati orang, maupun yang dinasehati orang, kita harus punya hati yang murni, ketika dinasehati, ingatlah, bahwa orang yang menasehati kita berniat baik, tidak mau kita terus menerus melakukan hal yang tidak benar, dan semua untuk kebaikan kita, belajar sesuatu dari seseorang dengan hati yang besar lebih baik daripada sok pintar dan tetap dalam kebodohan kita. Sedangkan kita yang menasehati orang, selidiki dulu hati kita, ketika kita menasehati apakah ada dalam hati kita keinginan untuk menunjukan betapa kita lebih hebat, lebih tahu drpd orang itu, atau keinginan untuk menunjukan kesalahan orang dan menyudutkannya? Karena jika begitu, orang yang kita nasehati tidak akan mendapatkan hal baiknya. 


Nasehati orang dengan kemurnian hati, sungguh-sungguh karena kita mengasihi orang tersebut, dan gunakan kata-kata yang baik dan lembut. Ketika hati kita benar., orang yang kita nasehatipun akan menyadari kesalahannya dan belajar sesuatu. 


“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”

Ef 4:29 TB


GG

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Does Your Husband Obtain God's Favor?

Cling on Him, and Only Him

I'm Gonna Finishing Well Too